Kamis, 21 Januari 2010

Pengertian Pertumbuhan Dan Perkembangan Psiko-Fisik

A. Pengertian Pertumbuhan Dan Perkembangan Psiko-Fisik

1. Pengertian Pertumbuhan

Tumbuh adalah berbeda dengan perkambangan. Pribadi yang bertumbuh mengandung arti yang berbeda dengan pribadi yang berkambang. Oleh karena itu dibedakan antara pertumbuhan dan perkembangan. Dalam pribadi manusia baik jasmaniah maupun rohaniah, terdapat dua bagian yang berbada sebagai kondisi yang menjadikan pribadi manusia berubah menuju kearah kesempurnaan. Adapun dua bagian kondisional pribadi manusia itu meliputi:

a. Bagian pribadi material yang kuantitatif

b. Bagian pribadi fungsional yang kualitatif,

Kenyataan itulah yang melahirkan perbadaan konsep antara pertumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada material sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan dari tidak ada menjadi ada, dari sedikit menjadi banyak, dan sebaginya. Ini tidak berarti, bahwa pertumbuhan itu hanya berlaku pada hal-hal yang bersifat kuantitatif, karena tidak selamnya material itu kuantitatif.

Dari uraian di atas dapatlah kita merumuskan arti perumbuhan pribadi sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan.

2. Pengertian Perkembangan Psiko-fisik

Perkembangan ialah proses perubahan kualitatif yang mengacu pada mata fungsi organ-organ jasmaniah, bukan organ-organ jasmaniahnya itu sendiri. Penekanan arti perkembangan itu terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang disandang oleh organ-organ fisik, perkembangan akan berlanjut terus hingga manusia mengakhiri hayatnya. Sementara itu pertumbuhan hanya terjadi sampai manusia mencapai kematangan fisik. Yang artinya, orang tak akan bertambah tinggi atau besar jika batas pertumbuhan tubuhnya telah mencapai tingkat kematangan.

Selanjutnya, pembahasan mengenai perkembangan ronah-ronah psiko-fisik pada bagian ini akan penyusun fokuskan pada proses-proses perkembangan yang dipandang memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan belajar siswa. Proses perkambangan tersebut meliputi:

a. Perkembangan motor (motor development), yakni proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan fisik anak (motor skills).

b. Perkembangan kognitif (cognitive development), yakni perkembangan fungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan atau kecerdasan otak anak.

c. Perkembangan sosial dan moral (social and moral development), yakni proses perkambangan mental yang berhubungan dengan perubahan-perubahan cara anak dalam berkomunikasi dengan obyek atau orang lain, baik sebagai individu maupun sebagi kelompok.

B. Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan

Dalam mempelajari perkembangan manusia diperlukan adanya perhatian khusus mengenai proses pematangan (khususnya pematangan fungsi kognitif), proses belajar dan pembawaan atau bakat. Karena ketiga hal berkaitan erat dan saling berpengaruh dalam perkembangan kehidupan manusia tak terkeculai para siswa sebagai peserta didik kita. Dikarenakan apabila fungsi kognitif, bakat dan proses belajar seseorang dalam keadaan positif, hamper dapat dipastikan siswa tersebut akan mengalami proses perkembangan kehidupan secara mulus. Akan tetapi, asumsi yang menjanjikan ini belum tentu terwujud, karena banyak faktor yang berpengaruh terhadap proses perkembangan siswa dalam menuju cita-cita bahagianya.

C. Hukum dan Tugas-Tugas Perkembangan

1. Hukum Perkembangan

Pengertian "hukum", dalam ilmu jiwa perkembangan, tidaklah sama dengan yang biasa dikelanal dalam dunia perundang-undangan peradilan. Adapun yang dimaksud hukum perkembangan adalah kaidah fundamental tentang realitas kehidupan anak-anak (manusia) yang telah disepakati kebenarannya berdasarkan hasil pemikiran dan penelitian yang seksama. Adapun macam-macam hukum perkembangan sebagai berikut:

a. Hukum kodrat Ilahi

Tak dapat diingkari, bahwa perkembangan itu berpangkal pada kehidupan. Karena hiduplah, anak manusia bias berkembang. Sementara kehidupan itu penuh dengan ketentuan atau kodrat dari Alah.

b. Hukum mempertahankan diri

Setelah manusia ditakdirkan hidup, lalu ia secara naluriah berusaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk bias hidup secara singkat bisa dijelaskan bahwa usaha mempertahankan diri, intinya untuk memperoleh keselamatan. Sedang kselamatan, seperti halnya kehidupan, adalah modal pokok bagi pelaksanaannya proses perkembangan. Sekali lagi usaha mempertahankan diri merupakan sifat naluriah manusia. Tujuan pokoknya, agar ia selamat dan hidupnya berkelanjutan.

c. Hukum pengembangan diri

Ketika seorang anak berhasil mempertahankan diri, bersamaan itu muncul pula hasrat insaniahnya untuk mengembangkan segala potensi yang dibawah sejak lahir.

d. Hukum masa peka

Masa peka yang dimaksud ialah: suatu masa dimana sesuatu "fungsi" demikian baik perkembangannya, karena itu harus dilayani dan diberi kesempatan sebaik-baiknya.

e. Hukum tempo perkembangan

Berlangsungnya perkembangan pada anak yang satu, belum tentu sama dengan anak yang lain. Ada anak yang dalam perkembangannya kelihatan serba cepat, dan ada pula yang berlangsung amat lambat.

f. Hukum irama perkembangan

Hukum ini menyatakan bahwa, bahwa berlangsungnya perkembangan itu tidak selalu "ajeg" , konsisten dan merata pada setiap waktu. Kadang-kadang suatu proses perkembangan berjalan lancar, tapi ada pula dari keadaan biasa kemudian melonjak cepat, untuk akhirnya kembali biasa lagi atau turun.

g. Hukum sifat perkembangan

Menurut stone, perkembangan pribadi manusia itu jika diamati dengan sungguh-sungguh akan tampak adanya sifat-sifat sebagai berikut:

1) Stabil

2) Sensitive

3) Aktif

4) Teratur

5) kontinyu

h. Hukum kesatuan organis

Dalam garis besarnya. Dalam diri manusia terdapat dua jenis organ yaitu fisik dan psikis, raga dan jiwa, atau jasmani dan rohani.

2. Tugas Perkembangan

Secara sederhana, tugas oerkembangan adalah sesuatu yang diharapkan dapat dicapai seseorang dalam tehap-tahap perjalanan hidupnya.

Adapun pendapat R.J.Havighurst, tugas-tugas perkembangan itu jika diperinci sepanjang hidup seseorang, maka akan diperoleh rumusan sebagai berikut:

a. Tugas perkembangan pada masa bayi dan kanak-kanak awal

1. Balajar berjalan

2. Balajar makan-makanan padat

3. Balajar mengendalikan buang air kecil dan besar

4. Balajar membeda-bedakan jenis kelamin dan menghargainya.

b. Tugas perkembangan pada masa kanak-kanak akhir

1. Balajar tentang keterampilan psikis yang diperlukan dalam permainan yang ringan-ringan atau mudah.

2. Membentuk sikap-sikap sehat terhadap dirinya, demi kepentingan organismenya yang sedang tumbuh.

3. Balajar bergaul dan bermain bersama dengan teman-teman seusia.

4. Balajar menyesuaikan diri dengan keadaan dirinya, sebagai pria atau wanita.

c. Tugas perkembangan dalam masa remaja

1. Menerima keadaan psikisnya, dan menerima peranannya sebagai pria atau wanita.

2. Menjalin hubungan-hubungan baru dengan teman-teman sebaya, baik sesame jenis maupun lain jenis kelamin.

3. Memperoleh kebebasan secara emosional dari orang tuanya, juga dari orang-orang dewasa lainnya.

4. memperoleh kepastian dalam hal kebebasan pengaturan ekonomis, sekurangnya untuk dirinya sendiri.

d. Tugas perkembangan pada masa dewasa awal

1. memilih teman bergaul, baik sebagai calon suami maupun sebagai calon isteri.

2. belajar hidup bersama dengan suami dan isteri.

3. mulai hidup dalam sebuah keluarga yang dibinanya.

4. belajar mengasuh anak-anak.

e. Tugas perkembangan pada masa setengah baya

1. memperoleh tanggung jawab sebagai orang dewasa yang berwarganegara dan hidup bermasyarakat.

2. menetapkan dan memelihara suatu standar kehidupan ekonomi bagi keluarganya.

3. membantu anak-anak remajanya untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab.

4. mengembangakan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang, sesuai dengan keahlian dan keinginannya.

f. Tugas perkembangan pada masa tua

1. menyesuaikan diri dengan keadaan semakin berkurangnya kekuatan psikis dalam kesehatan.

2. menyesuaikan diri dalam masa pensiun dan pendapatan yang semakin berkurang.

3. menyesuaikan diri dalam keadaan meninggalnya suami isteri.

4. menjalin hubungan yang rapat dengan teman-teman atau kelompok seusia.

D. Karakteristik Pertumbuhan dan Perkembangan Psiko-Fisik Dalam Masing-Masing Periode

1. Periodesasi yang berdasarkan biologis

Yang dimaksud dengan periodesasi berdasarkan biologis adalah para ahli kejiwaan mendasarkan pembahasannya pada kondisi atau proses pertumbuhan biologis anak. Yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:

a. Pendapat Kreatschmer

Ia membagi perkembangan anak menjadi 4 (empat) fase:

1) Fullug speriode I, umur 0,0-3,0 tahun

2) Streckung seperiode I, umur 3,0-7,0 tahun

3) Fullug speriode II, unur 7,0-13,0 tahun

4) Streckung seperiode II, umur 13,0 tahun keatas

b. Pendapat Aristoteles

Ia merumuskan perkembangan anak dengan tiga fase Perkembangan yakni:

1) Fase I, umur 0,0-7,0

2) Fase II, umur 7,0-14,0

3) Fase III, umur 14,0-21,0

c. Sigmund Freud

Psikologi ini membagi perkembangan anak menjadi 6 (enam) fase yaitu:

1) Fase oral, umur 0,0-7,0 tahun

2) Fase anal, umur 1,0-3,0 tahun

3) Fase falis, umur 3,0-5,0 tahun

4) Fase latent, umur 5,0-12/13,0 tahun

5) Fase pubertas, umur 12/13,0-20,0 tahun

6) Fase genital, umur20 tahun-ke atas

2. Periodesasi berdasarkan Didaktis

Yang dimaksud dari tinjauan ini adalah dari segi keperluan atau materi apa kiranya yang tepat diberikan kepada anak didik pada masa tertentu, para ahli yang termasuk dalam kelumpok ini adalah:

a) Johan Amos Comenius

b) Jean Jacques Rousen

c) Charles E. Skinner

3. Periodesasi berdasarkan Psikologis

Pada bagian ini, para ahli membahas Segala perkembangan jiwa anak, beriorentasi dari sudut pandang psikologis, mereka tidak lagi mendasarkan pada sudut biologis atau dedaktis lagi. Sehingga mengembalikan permasalahan kejiwaan dalamlam kedudukannya yang murni. Tokoh utama pembahasan ini adalah psikolog dari Jerman Oswald Kroh, yang nantinya diikuti oleh para ahli lainnya baik dari Jerman itu sendiri maupun dari Negara-negara lain.

E. Beberapa Problem Perkembangan Dalam Proses Pembelajaran Siswa

Dalam pelaksanaan pembelajaran tidaklah selalu berjalan mulus sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang hendak dicapai, banyak kritik-kritik tajam yang menghambat tercapainya perencanaan dan tujuan yang telah kita tetapkan, diantaranya mahasiswanya sendiri sebagai masukan masih mentah, hambatan juga ada pada tenaga pengajar dan sistemnya, sarana dan administrasi pendidikannya.

1. Masalah di perguruan Tinggi

Penetapan SKS di perguruan tinggi menghadapi beberapa masalah antara lain kurangnya pengertian mengenai pengalihan kurikulum, kekeliruan dalam penjabaran kurikulum, belum adanya konsep sentralisasi, langkanya penasehat akademik, dan pelitnya dosen memberi nilai.

Sebagai pengelola fakultas dan jurusan beranggapan SKS adalah suatu sistem yang wujudnya hanya berupa wadah baru dimana semua lama Kuliah sistem lama dimasukkan. Pengertian yang keliru seperti ini tentu saja menimbulkan masalah, karena sistem lama yang lima tahun tidak mungkin dituangkan dalam suatu wadah yang hanya empat tahun dan hanya memiliki maksimal 160 kredit.

2. Masalah sentralisasi

Masalah sentralisasi juga merupakan hambatan yang mungkin tak tersadari. Dalam pelaksanaan di lapangan SKS yang masih agak asing dapat menimbulkan berbagai masalah, yang paling mencolok diantaranya adalah penasehat akademik. Dalam SKS mahasiswa harus mengisi KRS pada waktu pendaftaran. Pengisian KRS dibimbing oleh seorang penasehat akademik yang bertugas pula untuk memberi penerangan mengenai Segala peraturan akademik yang ada, disamping tugas memonitor perkembangan yang dibimbingnya.

3. Masalah berbagai segi

a. Dari segi mahasiswa

Sebagian besar mahasiswa yang duduk dibangku perguryan tinggi rata-rata berusia antara 18-23 tahun, dan kebanyakan mereka berasal dari golongan masyarakat yang ekonominya pas-pasan, kemudian ditambah lagi dengan proses penyelenggaraan pendidikan di SMA mereka yang kurang menunjang atau kurang berhubungan dengan studinya diperguruan tinggi, latar belakang mahasiswa yang demikian jelas merupakan salah satu hambatan dalam pelaksanaan SKS. Terutama: acara kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh tenaga kerja.

b. Dari segi pengajar

Ditinjau daru sudut kualitas dan kuantitas, staf pengajar yang ada di PTN dan PTS yang ada sekarang ini, nampaknya masih kurang memadai. Apalagi dilihat dari tingkat keaktifan pengajar dalam memberikan kuliah yang keganyakan masih dibawah standar yang ideal dalam pelaksanaan SKS, yakni keaktifan pengajar dalam memberikan kuliah satu semester missal: masih dibawah 10 kali perminggu.

c. Dari segi sarana dan administrasi pendidikan

Kekurangan cara untuk pembiayaan pengadaan sarana dan administrasi memang merupakan keluhan tradisional yang sering kita dengar dibeberapa PTS maupun PTN, sehingga tak mengherankan jika sarana fisik, seperti perpustakaan, laboratorium, kekurangan ruang kuliah, maupun fasilitas lain. Merupakan salah satu hambatan dari kelancaran dan keberhasilan dari pelaksana SKS.

F. Solusi Bagi Problem Perkembangan Dalam Proses Pembelajaran Siswa

1. Menyediakan bimbingan dan penyuluhan bagi mahasiswa

Seperti kita ketahui diatas, usia mahasiswa rata-rata masih muda, belum mempunyai pemikiran yang dewasa dan mengetahui seluk-beluk proses belajar yang baik di perguruan tinggi, untuk ini lperan " Bimbingan dan Penyuluhan" bagi mahasiswa di Perguruan tinggi mempunyai peran yang besardidalam menunjang kelancaran dan keberhasilan penerapan SKS.

2. Meningkatkan kuantitas maupun kualitas pengajar

Untuk menupang suksesnya penerapan SKS, nampaknya peningkatan-peningkatan kuantitas staf pengajar sampai mendekati rasio yang ideal dengan jumlah mahasiswa perlu mendapat perhatian. Adapun untuk meningkatkan kualitas staf pengajar, usaha-usaha yang sudah ada seperti program akta mengajar, penataran-penataran perlu terus menerus ditingkatkan dan disempurnakan.

3. Sarana dan administrasi pendidikan

Sarana dan administrasi pendidikan ini tidak saja perlu kelengkapan yang memungkinkan pelayanan mahasiswa dengan lancer, cepat dan teratur, tapi juga perlu ditata alokasi penggunaan yang sebaik mungkin, sehingga penggunaan biaya untuk sarana dan administrasi tersebut dapat berjalan efektif dan efisien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar